BAB I INTERPRETASI PETA TENTANG BENTUK DAN POLA MUKA BUMI
oleh : junjun maulana
A Menginterpretasi Peta Umum
Bentuk muka bumi atau relief daratan dapat diamati secara langsung di lapangan, namun dapat juga dengan melihat peta. Dari
sebuah peta kita dapat mengetahui bentuk relief dari suatu
tempat/wilayah. Dari sebuah peta kita dapat melihat gunung, pegunungan,
pantai, dataran rendah, sungai, danau, laut, selat dan lain-lainnya.
Itulah yang disebut interpretasi peta. Jadi interpretasi peta adalah
memahami simbol-simbol yang ada pada peta dan hubungannya dengan
simbol-simbol lainnya. Contoh simbol-simbol yang ada pada peta adalah:
Peta umum adalah peta yang dibuat berdasarkan kenampakan umum.
Sebelum menginterpretasi peta umum, lakukan langkah-langkah sebagai
berikut.
1) Siapkan peta umum yang akan diinterpretasi, misalnya peta pulau Sumatera.
2) Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta.
3) Perhatikan persebaran data pada wilayah pulau tersebut.
4) Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak.
Setelah melakukan langkah-langkah tersebut maka akan diperoleh informasi dari peta tersebut, yaitu sebagai berikut.
a) Sungai
a) Sungai
Sungai ditunjukkan dengan garis berkelok-kelok. Sungai-sungai besar
yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain Sungai Simpang Kanan,
Asahan, Batanghari, Musi, Kampar, dan lain-lain.
b) Pegunungan dan Dataran Tinggi
Pegunungan dan dataran tinggi memanjang di sepanjang Pulau Sumatera. Pegunungan dan dataran tinggi ditunjukkan dengan warna merah dan kuning. Pegunungan yang terdapat di Pulau Sumatra antara lain pegunungan Bukit Barisan.
Pegunungan dan dataran tinggi memanjang di sepanjang Pulau Sumatera. Pegunungan dan dataran tinggi ditunjukkan dengan warna merah dan kuning. Pegunungan yang terdapat di Pulau Sumatra antara lain pegunungan Bukit Barisan.
c) Dataran Rendah dan Rawa
Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan garis putus-putus. Dataran rendah dan rawa terdapat di sepanjang pantai timur dan barat Pulau Sumatera.
Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan garis putus-putus. Dataran rendah dan rawa terdapat di sepanjang pantai timur dan barat Pulau Sumatera.
d) Danau
Danau ditunjukkan dengan warna biru. yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain danau Toba, Maninjau, Ranau, Kerinci, dan Singkarak.
Danau ditunjukkan dengan warna biru. yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain danau Toba, Maninjau, Ranau, Kerinci, dan Singkarak.
e) Gunung
Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Segitiga merah artinya gunung berapi (aktif), segitiga hitam artinya gunung tidak berapi (tidak aktif). Gunung-gunung yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain gunung Leuser, Kerinci, Bandahara, Sibayak, dan Sinabung.
Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Segitiga merah artinya gunung berapi (aktif), segitiga hitam artinya gunung tidak berapi (tidak aktif). Gunung-gunung yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain gunung Leuser, Kerinci, Bandahara, Sibayak, dan Sinabung.
f ) Kepulauan
Kepulauan yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain berikut ini.
- Kepulauan Batu, Nias, dan Pini di Sumatera Utara.
- Kepulauan Banyak dan Simeulue di Nanggroe Aceh Darrussalam
- Kepulauan Mentawai dan Pagai di Sumatera Barat.
- Kepulauan Natuna, Nambas, dan Lingga di Provinsi Kepulauan Riau.
g) Laut dan Selat
Laut dan selat ditunjukkan dengan warna biru. Gradasi (tingkatan)
warna menunjukkan kedalaman wilayah laut dan selat. Semakin pekat (tua)
warna biru menunjukkan lebih dalam dari pada warna biru muda. Selat dan
laut yang ada di Pulau Sumatera antara lain sebagai berikut
- Selat Sunda antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
- Selat Malaka antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia.
- Selat Berhala antara Pulau Sumatera dan Pulau Singkep
- Selat Bangka antara Pulau Sumatera dan Pulau Bangka.
- Laut Natuna di sebelah selatan Kepulauan Natuna.
B. Menginterpretasikan Peta Topografi
Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka
bumi. Dari peta topografi kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat
secara akurat. Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan
peta umum karena simbolsimbol yang digunakan berbeda. Sebelum
menginterpretasikan peta topografi, lakukan langkah-langkah sebagai
berikut.
1) Siapkan peta topografi yang akan diinterpretasikan, misalnya peta Pulau Jawa.
2) Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta.
3) Perhatikan persebaran data pada wilayah tersebut.
4) Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak.
2) Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta.
3) Perhatikan persebaran data pada wilayah tersebut.
4) Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak.
Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan
relief muka bumi. Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi.
Bentuk-bentuk muka bumi tersebut adalah sebagai berikut.
a. Lereng
b.Cekungan (Depresi)
Cekungan (Depresi) pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!
c. Bukit
Bukit pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!
d. Pegunungan
Pegunungan pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!
C Penampang Melintang Bentuk Muka Bumi
Penampang melintang adalah penampang permukaan bumi yang dipotong
secara tegak lurus. Dengan penampang melintang maka dapat
diketahui/dilihat secara jelas bentuk dan ketinggian suatu tempat yang
ada di muka bumi. Untuk membuat sebuah penampang melintang maka harus
tersedia peta topografi sebab hanya peta topografi yang dapat dibuat
penampang melintangnya
.
BAB II
ASIA TENGGARA
Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara.
Kawasan ini mencakup Indochina dan Semenanjung Malaya serta kepulauan di
sekitarnya. Asia Tenggara berbatasan dengan Republik Rakyat Cina di
sebelah utara, Samudra Pasifik di timur, Samudra Hindia di selatan, dan
Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan anak benua India di barat.
Asia Tenggara biasa dipilah dalam dua kelompok: Asia Tenggara Daratan (ATD) dan Asia Tenggara Maritim (ATM).
- Negara-negara yang termasuk ke dalam ATD adalah
- Kamboja, 2. Laos, 3. Myanmar 4. Thailand 5. Vietnam
- Negara-negara yang termasuk ATM adalah
- Brunei, 2. Filipina, 3. Indonesia, 4. Malaysia, 5. Singapura, 6. Timor Leste
Malaysia, meskipun ada bagian yang tersambung ke benua Asia, biasa
dimasukkan ke dalam ATM karena alasan budaya. Semua negara Asia Tenggara
terhimpun ke dalam organisasi ASEAN. Timor Leste yang sebelumnya
merupakan bagian dari Indonesia telah mengajukan diri menjadi anggota
ASEAN walaupun oleh beberapa pihak, atas alasan politis, negara ini
dimasukkan ke kawasan Pasifik.[1]
Secara geografis (dan juga secara historis) sebenarnya Taiwan dan
pulau Hainan juga termasuk Asia Tenggara, sehingga diikutkan pula. Namun
demikian, karena alasan politik Taiwan dan pulau Hainan lebih sering
dimasukkan ke kawasan Asia Timur. Kepulauan Cocos dan Pulau Christmas,
yang terletak di selatan Jawa, oleh beberapa pihak dimasukkan sebagai
Asia Tenggara meskipun secara politik berada di bawah administrasi
Australia. Sebaliknya, Pulau Papua dimasukkan sebagai Asia Tenggara
secara politik meskipun secara geologi sudah tidak termasuk benua Asia.
Sejarah penamaan
Nama untuk kawasan ini pertama kali dipakai pada abad ke-20.
Sebelumnya Asia Tenggara dikenal dengan nama India Belakang (jika
dibandingkan dengan anak benua India). Subkawasan Asia Tenggara terdiri
dari sebelas negara, beberapa di antaranya berada di daratan utama
(mainland), yang juga dikenal sebagai Asia Tenggara Daratan (Indocina)
dan sebagian lagi seluruhnya merupakan kepulauan (Asia Tenggara
Maritim), yang dikenal dengan istilah beragam, seperti Kepulauan Selatan
(Nan Yang, Cina dan Vietnam), Kepulauan Melayu (Malay Archipelago
menurut A.R. Wallace), Malayunesia (Logan), Indonesia (Logan dan Adolf
Bastian), Hindia Timur (Oost-Indie, Belanda), Malaysia, Insulinde (oleh
orang Hindia Belanda di awal abad ke-20), atau Nusantara (oleh
masyarakat Indonesia). Agak menarik bahwa Semenanjung Malaya biasanya
dimasukkan dalam wilayah kepulauan meskipun masih tersambung dengan
benua Asia.
Asia Tenggara
Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan
aktivitas kegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi.
Sementara ATD relatif stabil dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah
dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng
Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah dengan lempeng Filipina
yang lebih kecil. Tiga pulau besar di Indonesia: Sumatra, Jawa, dan
Kalimantan baru terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang lalu
akibat naiknya muka air laut karena usainya Zaman Es terakhir. Pulau
Papua secara geologi termasuk dalam benua Australia, yang juga terpisah
karena peristiwa yang sama. Kedua lempeng besar itu bertemu pada busur
cekungan yang memanjang ke selatan dari Teluk Benggala di barat Myanmar
dan Thailand, terus menuju sisi barat Sumatra, lalu membelok ke timur
membentuk Palung Jawa yang memanjang di selatan Jawa dan Kepulauan Nusa
Tenggara. Akibatnya gempa bumi sering terjadi di daerah-daerah
sekitarnya, seperti Gempa bumi Samudra Hindia 2004. Desakan lempeng
Indo-Australia mengangkat permukaan pulau-pulau yang ada di dekatnya,
sehingga terbentuklah deretan gunung berapi aktif. Pulau Jawa adalah
pulau dengan cacah gunung berapi terbanyak di dunia. Gunung Kerinci
adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah timur
Filipina terdapat pula Palung Mindanao dan Palung Mariana yang merupakan
pertemuan antara lempeng Filipina dan lempeng Pasifik. Di Filipina juga
terdapat aktivitas kegunungapian yang tinggi.
Puncak tertinggi yang berada di Gunung Kinabalu (4.101 m; Kalimantan) dan Puncak Jaya di Pulau Papua, Indonesia (5.030 m).
Terdapat beberapa klaim dan perebutan wilayah dan batas perairan di
kawasan ini, yang melibatkan negara-negara di kawasan ini maupun yang
melibatkan negara di luar Asia Tenggara (terutama Tiongkok dan Taiwan
dalam kasus Kepulauan Spratly).
Geografi Asia Tenggara
Geografi Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi dua bagian,
daratan dan kepulauan. Negara-negara yang berada di daratan termasuk
Myanmar, Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan negara-negara
yang berada di kepulauan termasuk Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia,
dan Singapura.
Sejarah
Dengan ditemukannya Homo floresiensis di Pulau Flores pada 2003
menandakan bahwa daerah kepulauan Asia Tenggara ini paling tidak telah
ditinggali oleh manusia sejak 18.000 tahun lalu, dengan perkiraan
terjauh sampai 94.000 tahun yang lalu. Sejarah Asia Tenggara sebelum
zaman kerajaan tidak diketahui banyak. Beberapa kerajaan berawal di
daratannya, yang sekarang Burma, Kamboja, dan Vietnam.
Kerajaan pertama yang berkembang di kepulauan Asia Tenggara adalah
Sriwijaya. Dari sejak abad ke-5 ibu kota Sriwijaya, Palembang, merupakan
pelabuhan utama antara India dan Cina. Dan kemudian diikuti oleh
Majapahit, Sailendra, dan Mataram. Pedagang Muslim mulai memasuki daerah
ini pada abad ke-12. Pasai merupakan kesultanan pertama.
Karena kondisi geografis yang berdekatan dengan India dan Cina,
kawasan ini banyak terpengaruh oleh kebudayaan India dan China. Selat
Malaka merupakan jalur perdagangan yang ramai sejak berabad-abad lalu
dan masih bertahan hingga sekarang.
Ekonomi
Kebanyakan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara masih digolongkan
kepada negara berkembang, hanya Singapura yang digolongkan ke dalam
negara maju.
Ekonomi kawasan Asia Tenggara masih banyak tergantung pada hasil
alam, dengan pengecualian Singapura. Dengan pembentukan kawasan
perdagangan bebas Asia Tenggara oleh negara-negara ASEAN diharapkan
dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.
Penduduk asli Asia Tenggara terdiri dari berbagai macam suku yang jumlahnya sangat banyak.
Agama
Agama yang dianut oleh penduduk Asia Tenggara sangat beragam dan
tersebar di seluruh wilayah. Agama Buddha menjadi mayoritas di Thailand,
Myanmar, dan Laos serta Vietnam dan Kamboja. Agama Islam dianut oleh
mayoritas penduduk di Indonesia, Malaysia, dan Brunei dengan Indonesia
menjadi negara dengan penganut Islam terbanyak di dunia. Agama Kristen
menjadi mayoritas di Filipina. Di Singapura, agama dengan pemeluk
terbanyak adalah agama yang dianut oleh orang Tionghoa seperti Buddha,
Taoisme, dan Konfusianisme.
Walau begitu, di beberapa daerah, ada kantong-kantong pemeluk agama
yang bukan mayoritas seperti Hindu di Bali dan Kristen di Maluku dan
Papua atau Islam di Thailand dan Filipina bagian selatan.
Garis khayal Wallace yang memisahkan fauna Australasia dengan Asia Tenggara.
Flora dan Fauna
Beraneka ragam hewan hidup di Asia Tenggara; di pulau Kalimantan,
dapat ditemukan orangutan, Gajah Asia, Badak Sumatra dan Macan Dahan
(Neofelis nebulosa diardi). Binturong dapat ditemukan di pulau Palawan.
Kerbau, baik yang dipelihara maupun yang liar, tersebar di sepanjang
Asia Tenggara, sedangkan kancil dapat ditemukan di Sumatra dan
Kalimantan. Kancil sendiri merupakan hewan yang sering muncul dalam
cerita-cerita rakyat di Indonesia dan banyak dikenal anak-anak.
Burung-burung yang cantik seperti burung merak dan srigunting
(drongo) hidup di subkawasan Asia ini hingga sejauh sebelah timur
Indonesia. Babirusa (babi dengan empat gading), anoa, dan komodo juga
terdapat di Indonesia. Burung Enggang banyak dicari untuk paruhnya dan
diperdagangkan ke Tiongkok. Tanduk badak juga turut diperdagangkan.
Kepulauan Indonesia dipisahkan Garis Wallace. Garis ini berada di
sepanjang sebuah perbatasan lempeng tektonik, dan memisahkan spesies
Asia (Barat) dari spesies Australasia (Timur). Pulau-pulau antara
Jawa/Kalimantan dan Papua yang membentuk kawasan campuran di mana kedua
spesies ada dinamakan Wallacea.
Perairan dangkal di terumbu karang (coral reef) di Asia Tenggara
mempunyai tingkat biodiversitas tertinggi untuk ekosistem laut di dunia,
di mana ikan-ikan dan moluska banyak dijumpai. Ikan hiu paus (rhincodon
typus) juga hidup di Laut China Selatan.
Pepohonan dan tanaman lainnya di kawasan ini adalah tumbuhan tropis;
di beberapa negara di mana terdapat gunung-gunung yang cukup tinggi,
tanaman bersuhu menengah dapat ditemukan. Wilayah-wilayah hutan hujan
(rainforest) ini saat ini banyak mengalami penebangan liar, khususnya di
Kalimantan.
Meskipun Asia Tenggara kaya akan flora dan fauna, kawasan ini
menghadapi penebangan hutan yang berat, sehingga mengakibatkan hilangnya
habitat berbagai spesies terancam seperti orangutan dan Macan Sumatra.
Pada saat yang sama, kabut asap juga merupakan peristiwa yang lazim.
Kabut asap terburuk yang pernah terjadi berlangsung pada tahun 1998 di
mana beberapa negara diselimuti kabut yang tebal. Menghadapi masalah
ini, beberapa negara di Asia Tenggara menandatangani Persetujuan ASEAN
mengenai Polusi Kabut Asap Transperbatasan (ASEAN Agreement on
Transboundary Haze Pollution) untuk melawan polusi yang diakibatkan
kabut asap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar